HPPA CAKRAWALA, AKSOS-BEM ITPLN Turun Sebagai Relawan Ke Kampung Cantiga Dalam Aksi Kemanusiaan

Teman Tangerang hujan deras yang telah mengguyur wilayah Jabodetabek pekan lalu kembali memicu banjir pada sejumlah wilayah. Salah satunya banjir yang menerjang Kampung Cantiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Di lokasi banjir yang dicapai leher orang dewasa, mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) turun langsung membantu warga.

Hasil dari gabungan relawan yaitu Himpunan Penggiat Pecinta Alam (HPPA) CAKRAWALA, AKSOS, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITPLN lakukan aksi kemanusiaan hari Kamis, (22/01/26), setelah terima informasi banjir akibat tingginya curah hujan pada wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pada waktu bersamaan, ada sekitar 15 rumah warga yang terdampak banjir. Berbagai korban dimulai dari balita, anak-anak, sampai lansia. Akses jalan pun menuju lokasi sudah tergenang, tetapi tak menyurutkan langkah para relawan.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan persiapan dan bergerak ke lokasi. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan,” ujar Ketua Umum HPPA CAKRAWALA ITPLN, Naufal Yurnafa Aisal, saat berbincang, Senin, 26 Januari 2026.

Selanjutnya, relawan membawa perlengkapan evakuasi berupa perahu karet dengan kapasitas sekitar 10 orang, pelampung keselamatan, dayung, headlamp, sampai sepatu bot. Sehingga seluruh peralatan diangkut Menggunakan dua unit mobil, serta perahu diletakkan di atas kendaraan demi mempercepat mobilisasi. Dan perjalanan menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 20 menit.

Kemudian, ketika tiba di Kampung Cantiga, relawan langsung koordinasikan ke warga serta aparat setempat. Air yang meluap dari aliran kali, aliran cukup deras, sehingga evakuasi dilakukan dalam ekstar hati-hati.

Selain itu, operasi lapangan, tugas di bagi secara koordinasi. Tujuh anggota HPPA CAKRAWALA diturunkan, lima antaranya mengoperasikan perahu evakuasi, sementara dua lainnya siaga sebagai tim cadangan serta pengamanan. Sementara relawan dari BEM ITPLN bantu koordinasi dan dukungan operasional, sedangkan AKSOS fokus pada pendampingan warga di posko pengungsian.

Sebagai tambahan, relawan juga bantu beberapa aktivitas kemanusiaan lain. Yakni, dari mengantar jenazah warga ke pemakaman, memasak di posko, sampai mendistribusikan logistik berupa mi instan, roti, nasi beserta lauk, dan air minum.

Terutama evakuasi diprioritaskan untuk lansia, ibu hamil, anak-anak, balita, serta warga yang sakit, sehingga libatkan warga setempat supaya proses berjalan aman.

Secara kebetulan, pada menjelang pukul 18:00 WIB, arus air terus deras. Perahu yang telah digunakan relawan alami kebocoran akibat intensitas penggunaan. Demi keselamatan bersama, proses evakuasi selanjutnya akan di bantu BASARNAS.

“Keselamatan relawan dan warga menjadi pertimbangan utama. Karena itu kami berkoordinasi dengan BASARNAS agar evakuasi tetap berjalan optimal,” kata Naufal.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berlangsung berkat kerja sama lintas elemen-relawan, warga, serta instansi terkait. Kemudian menjelang malam, tim gabungan kembali ke Kampus ITPLN dengan kondisi selamat dan sehat. Warga beserta pengurus RW setempat, menyampaikan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Pada akhirnya, aksi kemanusiaan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, solidaritas serta gotong royong tetap jadi kekuatan utama masyarakat, termasuk mahasiswa ITPLN.

Berikut program kemahasiswaan ITPLN bisa melalui link berikut: www.itpln.ac.id.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.