Dinkes Kabupaten Tangerang Minta Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Banjir

Teman Tangerang Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang minta masyarakat mewaspadai terhadap penyakit leptospirosis. Penyakit tersebut sering keluar di saat banjir.

“Yang jadi masalah dan kita takutkan kalau banjir itu adanya penyakit leptospirosis. Jadi penyakit yang bisa masuk melalui luka atau kaki,” kata Kepal (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi menyatakan, masyarakat yang berada di 29 kecamatan Kabupaten Tangerang, teruntuk di wilayah terdampak banjir, harus tingkatkan kewaspadaan serta jaga kebersihan lingkungan. Sebabnya, leptospirosis terdapat bakteri leptospira yang menyebar lewat urine ataupun darah hewan terinfeksi, yakni tikus, anjing dan babi.

“Semacam virus yang berasal dari kotoran atau kencing binatang seperti tikus. Jadi kalau tikus kencing begitu banjir, airnya itu bisa dibawa, akibatnya terkena manusia,” ujarnya.

Kemudian, leptospirosis dapat menyebar melalui genangan air serta tanah yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri. Seseorang dapat diserang penyakit tersebut jika terkena urine hewan melewati kontak langsung dari air maupun tanah.

“Jadi air banjir itu bila ada kotoran dan kencing hewan, lalu terkena kaki kita dengan kondisi ada luka, bisa masuk lewat itu,” ucapnya.

Selain itu, Hendra menambahkan, risiko terdampak penyakit lainnya, yaitu kulit dan demam berdarah dengue, ketika pasca banjir juga harus diwaspadai. Teruntuk langkah pencegahan, Dinkes Kabupaten Tangerang sudah lakukan monitoring serta memeriksa ke berbagai wilayah banjir.

Lebih lanjut, di saat sekarang belum ditemukan kasus penyakit kulit, leptospirosis dan DBD yang positif kepada orang terdampak banjir. “Kalau sejak tahun lalu memang sudah ada, tapi laporan yang terakhir terkait pasca-banjir ini belum ada laporan kasus penyakit ini,” ungkapnya.

Pada akhirnya, sebanyak 119 desa/kelurahan di 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang terdampak banjir sejak Minggu, (11/01/26). Sehingga kondisi sekarang, banjir di sebagian wilayah sudah surut serta di sejumlah wilayah masih tergenang.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.