Teman Tangerang Pemerintah Kota Tangerang Dinas Pendidikan berlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh teruntuk sekolah yang berada di wilayah terdampak banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi mengatakan, kebijakan itu diambil sebagai respons pada kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi jika terjadi di kawasan Jabodetabek.
“Sejumlah wilayah di Kota Tangerang dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter,” katanya dihubungi Minggu (25/1/2026).
Selanjutnya, genangan air tidak hanya merendam pemukiman warga, selain itu juga mengganggu akses jalan serta mobilitas masyarakat pada beberapa kecamatan, diantaranya Periuk, Ciledug, Cipondoh, Karawaci, Benda, Larangan, Cibodas dan wilayah lainnya.
“Hingga saat ini sebanyak 37 sekolah telah melaporkan pelaksanaan PJJ. Kondisi banjir dinilai belum memungkinkan aktivitas belajar mengajar dilakukan secara tatap muka,” ujarnya.
“Pasca banjir, kegiatan belajar di sekolah belum bisa berjalan normal. Akses menuju sekolah terhambat dan sejumlah fasilitas pendidikan ikut terdampak,” imbuhnya.
Kemudian, Wahyudi menerangkan, sedikitnya 37 sekolah terendam banjir, oleh karena itu kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan di sekolah.
Menerapkan PJJ dipilih sebagai langkah sementara dengan memastikan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan seluruh warga sekolah.
“Kebijakan tersebut akan terus diberlakukan di wilayah terdampak hingga kondisi dinyatakan aman dan aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal,” ucapnya.
Selain itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang, Mahdiar, menuturkan, bahwa Pemkot masih tetapkan status waspada terhadap cuaca ekstrem sesuai peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
“Informasi dari BMKG masih menunjukkan potensi cuaca ekstrem. Karena itu, kami tetap dalam kondisi siaga,” kata Mahdiar.
Sebagai tambahan, dia peringati masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, sekaligus banjir, demi menjaga keselamatan diri serta keluarga.
Secara keseluruhan, BPBD Kota Tangerang sudah siagakan personel 24 jam untuk sistem piket bergiliran.
“Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan warga sesuai instruksi langsung Wali Kota Tangerang, Sachrudin,” pungkasnya.



