IRGC peringatkan AS bakal menargetkan serangan dan senjata baru hingga sorot kabel internet bawah laut di perlintasan Selat Hormuz

staradio5G – Teman Tangerang, Korps Garda Revolusi Islam Iran yaitu (IRGC) memperingatkan bakal mengungkap target serangan serta senjata baru, dan membahas kabel-kabel internet bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz yang sedang meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Selasa (20/10/26).

“Ada tujuh kabel internet utama yang membentang di bawah Selat Hormuz,” kata juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, pada Senin (19/10).

Kemudian, Mohebbi akui seluruh lalu lintas data internet serta perdagangan melewati kabel-kabel itu beserta senjata baru yang bakal dipublikasikan.

“Kami hanya ingin mereka tahu bahwa target-target baru akan diungkapkan. Senjata-senjata baru juga akan diperkenalkan,” tambahnya.

Demikia juru bicara IRGC tersebut menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah upacara pada Museum Pertahanan Suci di Teheran, sebagaimana dilaporkan dari lembaga penyiaran negara Iran, IRIB. Dia juga bersumpah bakal mengusir apa yang disebutnya selaku sisa-sisa kekuatan Amerika Serikat dari kawasan itu. Awal bulan ini, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei menyatakan, kepada lembaga penyiaran negara Iran, Press TV, Teheran bisa menargetkan kabel internet bawah laut, pusat data, serta fasilitas kecerdasan buatan yang terkait dengan Amerika Serikat jika perang kembali meletus.

“Kami belum memasukkan aset-aset tersebut ke dalam daftar target kami,” kata Rezaei, seraya memperingatkan bahwa infrastruktur tersebut dapat dihancurkan jika konflik kembali terjadi.

Pada akhirnya, Amerika Serikat serta Israel melancarkan perang terhadap Iran di 28 Februari. Teheran merespons dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke bermacam wilayah pada kawasan itu dan secara berhasil demi menutup Selat Hormuz. Sementara itu, Washington kemudian memberlakukan blokade laut terhadap dermaga Iran. Amerika Serikat beserta Iran selanjutnya menandatangani nota kesepahaman di Juni terkait kebebasan pelayaran di selat itu. Tapi, pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai keamanan di jalur perairan penting tersebut.

Sumber: bali.antaranews.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *