Zurich dan MUFG Group lakukan aksi sosial dengan menanam 1.000 pohon mangrove di Tanjung Pasir Tangerang

staradio5G – Teman Tangerang, sejumlah 1.000 pohon mangrove ditanam pada kawasan pesisir Tanjung Pasir, Tangerang, untuk membantu mengurangi abrasi (pengikisan) serta menjaga sistem lingkungan pantai. Jika tumbuh maksimal, tanaman itu diperkirakan bisa menyerap sekitar 12,3 ton karbon dioksida yakni (CO2) per tahun sekaligus mendukung adaptasi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. Penanaman mangrove itu dilakukan melewati program Sayang Bumiku yang melibatkan Zurich bersama sebagian perusahaan jasa keuangan untuk sistem lingkungan MUFG Group. Aktivitas itu juga memuat aksi bersih pantai, edukasi pendidikan dasar keuangan, dan dukungan pendidikan beserta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah atau (UMKM) setempat, Minggu (18/10/26).

Demikian lebih dari 100 sukarelawan terlibat untuk aktivitas yang diselenggarakan pada Tanjung Pasir, Tangerang. Mereka berasal dari Zurich, MUFG Bank cabang Jakarta, Bank Danamon, Adira Finance, serta Home Credit Indonesia. Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Musi Samosir menyatakan, pelestarian lingkungan perlu berjalan beriringan dalam peningkatan kemampuan masyarakat untuk menghadapi risiko ekonomi dan perubahan iklim. Dia menambahkan, penguatan ketahanan masyarakat tak cukup hanya melewati perlindungan finansial, tapi juga membutuhkan lingkungan yang terjaga beserta kesempatan ekonomi yang lebih baik.

“Melalui program Sayang Bumiku, kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas komunitas,” ujar Musi dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Juga aktivitas itu mencakup edukasi literasi keuangan untuk masyarakat pesisir. Program itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal. Zurich menyalurkan perangkat pendidikan dengan mendukung aktivitas belajar-mengajar pada Sekolah Rumpin. Sementara itu, pelaku UMKM lokal berbasis mangrove memperoleh bantuan perlengkapan usaha serta promosi produk.

Selanjutnya, program itu dilaksanakan bersama Seasoldier Foundation, organisasi yang sudah mendampingi masyarakat pesisir Tanjung Pasir sedari 2018. Pendampingan dilakukan dengan mendukung pemulihan ekosistem pantai serta meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Seasoldier Foundation Nadine Chandrawinata mengungkapkan, perbaikan pesisir membutuhkan keterlibatan bermacam pihak supaya manfaatnya bisa bertahan dalam jangka panjang. Penanaman mangrove perlu disertai usaha melindungi keberlangsungan sistem lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Restorasi pesisir adalah langkah nyata untuk mengembalikan fungsi alam sekaligus membangun masa depan pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Nadine.

Secara keseluruhan, Nadine menegaskan, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk menjaga kesuksesan pemulihan kawasan pesisir. Keterlibatan masyarakat setempat juga merupakan faktor penting supaya ekosistem mangrove yang dipulihkan bisa terus memberikan manfaat. Melewati aktivitas itu, penanaman mangrove diinginkan tak hanya membantu perlindungan kawasan pantai, tapi memberikan manfaat ekonomi dan sosial untuk masyarakat Tanjung Pasir. Dukungan terhadap pendidikan, literasi keuangan, beserta UMKM menjadi aktivitas pendamping dalam upaya meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir.

Sumber: esgnow.republika.co.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *