staradio5G – Teman Tangerang, Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas bukan negaranya yang memiliki senjata nuklir, tetapi Israel. Pernyataan itu disampaikan di saat dia berpidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu (PBB) di hari Rabu (23/09/26). Dengan pidato itu, Pezeshkian menyatakan bahwa “bom atom dan nuklir” ada di tangan Israel, bukan Iran. Tapi, badan pengawas nuklir justru datang ke Teheran bukannya Tel Aviv.
“Bom atom dan nuklir ada di tangan rezim Israel, namun pengawasnya malah diminta datang ke Iran,” kata Pezeshkian.
“Israel memiliki bom, memiliki senjata pemusnah massal, bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi dan tidak mengizinkan satu pun inspeksi. Namun mereka dihargai dengan segala cara sampai bisa mengebom ibu kota mana pun di wilayah sesuka hatinya,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, Badan Energi Atom Internasional yakni (IAEA) sudah memeriksa fasilitas nuklir Iran sedari Teheran mengesahkan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir yaitu (NPT) di 1970. Tapi, pemeriksaan itu mulai terhenti pada Juli 2025 sesudah Iran mengesahkan undang-undang yang menghentikan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB tersebut dampak perang dengan AS-Israel. Israel sementara itu tak pernah menandatangani NPT. Padahal, situs pengawasan kepemilikan nuklir sebut Negeri Zionis memiliki senjata nuklir. Israel selama ini beralasan menyerang Iran karena program nuklir Teheran yang mengancam Tel Aviv.
Sumber: cnnindonesia.com




