Lomba Bahtsul Masail ruang diskusi ilmiah antarpesantren di Festival Maulid Nusantara 7 Kota Tangerang guna menjawab bermacam tantangan zaman modern

staradio5G – Teman Tangerang, urutan Festival Maulid Nusantara 7 kembali menghadirkan ruang diskusi ilmiah antarpesantren lewat Lomba Bahtsul Masail. Tempat yang interaktif untuk para ulama serta santri itu diadakan dengan merumuskan hukum dan solusi dari bermacam persoalan fikih masa sekarang, khususnya yang dihadapi generasi muda Gen Z dan Milenial, pada Gedung MUI Kota Tangerang, Minggu (23/08/26). Ketua Penanggung Jawab Lomba Bahtsul Masail Syaifulloh menerangkan, aktivitas itu tak sekadar lomba adu argumentasi, tapi forum kajian ilmiah mendalam yang mengakar di Al-Qur’an, Hadis, beserta kitab-kitab turas atau gundul para ulama.

“Persoalan fikih umat masa kini terus berkembang. Melalui Bahtsul Masail ini, para santri dan ulama hadir untuk merinci dan memberikan kepastian hukum ibadah maupun muamalah yang aplikatif bagi masyarakat modern,” ujar Syaifulloh.

Demikian salah satu masalah penting yang dibahas untuk bahtsul masail sekarang yakni banyaknya fenomena perceraian (talak) yang sering dinilai sepele pada media sosial. Forum itu berusaha memberikan edukasi hukum Islam yang menyeluruh dalam pasangan suami istri muda.

“Kami melihat fenomena di media sosial seperti Instagram, di mana kata talak atau perceraian begitu mudah diucapkan. Melalui forum ini, para santri merumuskan batasan serta konsekuensi hukumnya agar menjadi panduan dan pemikiran bersama demi melanggengkan masa depan rumah tangga generasi muda,” tambahnya.

Juga lomba tingkat nasional itu diikuti dari 30 pondok pesantren oleh bermacam daerah, untuk masing-masing pesantren mengirimkan dua santri perwakilan. Selain memperebutkan total hadiah pembinaan sebesar Rp10 juta, hasil perumusan hukum atas forum itu bakal dipublikasikan dengan bentuk artikel ilmiah serta berita keagamaan bagi masyarakat luas. Salah satu peserta delegasi oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Shihab Elghifari menyatakan, pujian atas penyelenggaraan lomba tersebut pada wilayah Tangerang.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang Bahtsul Masail dalam format perlombaan. Forum majma’ fiqhi ini sangat penting untuk menaungi isu-isu fikih dan usul fikih yang krusial, baik skala nasional maupun internasional. Harapannya, ilmu yang dibahas di sini bisa terus disebarluaskan dan memberikan kemanfaatan bagi umat,” tutur Shihab.

Pada akhirnya, lewat jadwal itu, para santri tak hanya mahir mengaji teks klasik, tapi juga bisa menjawab tantangan dan perkembangan zaman secara kritis serta memberikan jalan keluar.

Sumber: tangerangkota.go.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *