staradio5G – Teman Tangerang, Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan rasa duka yang mendalam dari seluruh korban yang terjadi akibat bencana gempa magnitude 7,7 pada Nusa Tenggara Timur. Penyelamatan warga korban yang masih tertimbun atau hilang merupakan jadwal penting yang harus segera diselesaikan, (19/08/26).
“Tapi yang jelas terus kita kawal penanganan bencana alam di NTT. Kita pastikan bahwa evakuasi benar-benar bisa dituntaskan. Kita tentu sangat berduka atas saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana yang dahsyat di Nusa Tenggara Timur beberapa hari yang lalu,” ujar Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Demikian dalam mendukung kelancaran tahapan evakuasi serta membuka jalan masuk, pemanfaatan alat-alat berat sekarang selalu dimaksimalkan ke bermacam titik parah bencana. Kerusakan jalan serta jembatan merupakan tantangan besar untuk penyaluran bantuan logistik. Pemerintah menekankan, bahwa keterhubungan antarwilayah harus segera tersambung kembali supaya pasokan bantuan tak tersumbat.
“Dari sisi infrastruktur kita juga harus memastikan agar konektivitas tidak terputus. Jangan sampai ada daerah atau kawasan yang terisolir. Kita harus dukung dengan alat-alat berat. Kita kerahkan semaksimal mungkin,” tegas AHY.
Juga pemulihan layanan publik dasar merupakan kebutuhan mendesak untuk warga pada pengungsian. Pemerintah pusat sekarang bekerja sama untuk pemerintah daerah dalam memperbaiki jaringan listrik serta menyuplai air bersih.
“Kemudian kita juga memastikan agar infrastruktur dasar, untuk air bersih, untuk listrik, dan yang dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari bisa segera dibenahi dan diperbaiki. Karena jangan sampai ada masyarakat yang sangat terdampak lalu berlarut-larut. Saya rasa itu yang sedang kita kawal bersama pemerintah daerah,” pungkas AHY.
Pada akhirnya, komunikasi lintas kementerian serta lembaga selalu dipercepat supaya pemulihan pascabencana pada NTT bisa berjalan lebih cepat serta tepat sasaran.
Sumber: metrotvnews.com




