13 Kecamatan Kabupaten Tangerang alami krisis air bersih akibat kemarau ekstrem yang berdampak 6.260 jiwa

staradio5G – Teman Tangerang sejumlah 13 kecamatan di Kabupaten Tangerang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang disebabkan kemarau ekstrem. Dampaknya, 6.260 jiwa ataupun 1.565 kepala keluarga terdampak, Rabu (05/08/26).

Kemudian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyatakan, bahwa kekeringan sekarang melanda 64 desa serta kelurahan yang tersebar pada 13 kecamatan.

“Terkait dengan kebutuhan air bersih hingga saat ini, kekeringan melanda 13 kecamatan di kabupaten Tangerang, kemudian 64 desa atau kelurahan,” kata Taufik, Rabu (5/8).

Demikian wilayah yang terdampak yaitu Kecamatan Legok, Tigaraksa, Jambe, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Pagedangan.

Selanjutnya, Taufik mengungkapkan, kemarau ekstrem yang berlangsung sedari Mei 2026 diperkirakan masih bakal berlanjut sampai Oktober mendatang.

“Dari dampak kemarau panjang, terjadilah kekeringan, kekeringan ini menyebabkan beberapa masalah, diantaranya, kekurangan air bersih, kebakaran, dan potensi puso atau gagal panen pada lahan pertanian,” jelasnya.

Secara keseluruhan, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Tangerang selalu berkomunikasi dengan sebagian instansi, seperti Palang Merah Indonesia, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman, Perumda Air Minum dan pihak swasta untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

“Dan alhamdulillah, kami bersama pemerintah daerah seperti BPBD dan Perkim serta pmi dan swasta lainnya, bersinergi untuk menyalurkan bantuan air bersih ini, alhamdulillah seluruhnya air terpenuhi,” jelasnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *