Teman Tangerang – Pascaaksi demonstrasi penolakan kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kampus Tamalanrea dari aliansi mahasiswa Universitas Hasanuddin, Kamis (11/06/26), beredar isu 28 mahasiswa Fakultas Teknik Unhas terancam dikenai sanksi skorsing sampai drop out.
Demikian tidak lama berselang, birokrasi FT Unhas memberikan klarifikasi lewat akun resmi Instagram fakultas. Untuk unggahan itu, pihak fakultas membantah isu terkait pemberian sanksi terhadap 28 mahasiswa yang mengikuti demonstrasi penolakan SPPG.
“Fakultas Teknik Unhas mengajak seluruh civitas academica dan masyarakat untuk tidak mudah percaya, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan tabayyun,” tulis pihak FT Unhas dalam takarir unggahannya.
Kemudian, Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman, ikut menepis masalah itu. Dia menekankan tak ada keputusan skorsing ataupun sanksi lain oleh fakultas atau rektorat terkait aksi kritik kepada program MBG.
“Sehubungan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apa pun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/6).
Selanjutnya, Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ikut merilis pernyataan lewat akun Instagram OKFT-UH. Dengan unggahan ini, SMFT-UH menyebut Dekan FT Unhas menjamin tak ada sanksi akademik ataupun DO kepada mahasiswa. Tapi, mereka mengecam dugaan intimidasi lisan berupa ancaman DO yang dijalankan dari oknum alumni terhadap mahasiswa.
Secara keseluruhan, OKFT-UH mengungkapkan, bakal selalu mengawal kasus tersebut demi melindungi kebebasan berpendapat pada lingkungan kampus. Mereka juga menuntut pemulihan kelembagaan mahasiswa tingkat departemen yang sekarang masih dibekukan dari sistem pemerintahan.
Sumber: identitasunhas.com




