Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang: Sebanyak 10 ribu Nakes diberi imunisasi campak

Teman Tangerang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menyebutkan sebesar 10.000 tenaga medis atau kesehatan pada wilayah tersebut segera diberikan imunisasi campak, Senin (06/04/26).

“Tenaga medis kita target paling banyak itu 10.000 orang menerima imunisasi campak,” ucap Hendra Tarmizi di Tangerang, Senin.

Kemudian, Hendra Tarmizi menyatakan, pemberian imunitas campak untuk kelompok nakes serta tenaga medis tersebut akan dilakukan sesudah dapatkan instruksi langsung oleh Kementerian Kesehatan RI yang sekarang masih tunggu studi Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait studi efikasi vaksin campak pada orang dewasa.

“Jadi untuk tenaga medis kemarin sudah dapat edaran dari Kementerian Kesehatan. Kita tinggal tunggu vaksin untuk tenaga medisnya,” kata Hendra Tarmizi.

Selanjutnya, Hendra mengatakan, guna pemberian imunisasi campak terkhusus nakes serta tenaga medis diberlakukan selaku respons beberapa kasus yang dialami kelompok medis, maka dari itu pemerintah perintahkan dengan lakukan antisipasi serta penguatan imun di kelompok rentan maupun risiko tinggi menular penyakit itu.

Selain itu, Hendra menekankan, Kabupaten Tangerang jadi daerah utama untuk pemberian tambahan imunisasi campak itu sesudah Tangerang Selatan, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu serta Serang.

“Sekarang kita hanya menunggu alokasi vaksin saja dari pemerintah pusat, teknis dan pelaksanaan seperti apa nanti kita tunggu,” kata dia.

Demikian sebelumnya Kemenkes menegaskan, bahwa selaku guna lindungi nakes serta tenaga medis, yang termasuk kelompok rentan kepada campak, pihaknya berencana hendak berikan vaksinasi untuk kelompok itu.

“Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni.

Secara keseluruhan, ia sebut menurut data Kemenkes sebesar delapan persen isu campak terjadi kepada orang dewasa, walaupun memang mayoritas terjadi di balita.

“Dan untuk dari 10 yang meninggal pada tahun 2026, ada satu kasus pada usia dewasa 25 tahun. Kemudian umumnya pada balita. Tetapi ada kasus anak-anak, tapi usia 14 tahun. Itu kan tidak termasuk dewasa,” katanya.

Sumber: banten.antaranews.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.