Teman Tangerang – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka acara Pramusrenbang Tematik Stunting (Rembuk Stunting) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang berlaksana pada Hotel Yasmin, Senin (30/03/26).
Kemudian, untuk sambutannya, Wabup Intan tegaskan, masalah Stunting berupa tanggung jawab bersama serta tak hanya terkait dalam masalah kesehatan semata, tetapi bersangkut paut masa depan generasi bangsa.
“Stunting ini bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan generasi kita. Anak-anak yang mengalami stunting akan menghadapi tantangan dalam tumbuh kembang, kecerdasan, hingga produktivitas di masa depan,” tandas Wabup Intan
Selanjutnya, Intan Nurul Hikmah menyatakan, kesuksesan program percepatan penanganan serta penanggulangan Stunting tak cukup hanya pada regulasi, tetapi tergantung di pelaksanaan program yang terintegrasi, tepat sasarannya berbasis data yang akurat serta faktual.
“Yang paling penting adalah bagaimana implementasi di lapangan dan intervensi yang benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan data yang akurat serta terintegrasi, lintas program dan multisektor,” tegasnya
Intan juga menegaskan, pentingnya konvergensi serta kolaborasi dalam capai sasaran-sasaran yang sudah dipatenkan. Pihaknya mengharapkan Rembuk Stunting itu mampu jadi momen bersama dengan satukan presepsi dan langkah konkret bagi percepatan penanganan beserta penanggulangan Stunting pada Kabupaten Tangerang.
“Kegiatan rembuk stunting ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, dan memperkuat komitmen kita dalam merencanakan program yang lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan optimal,” ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi setinggi-tingginya terhadao perangkat daerah, para camat, pemangku kepentingan serta seluruh pihak yang bekerja keras dan dedikasinya untuk rangka pelaksanaan program percepatan menurunnya stunting pada Kabupaten Tangerang.
“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga apa yang telah kita capai ini bisa semakin memperkuat semangat gotong royong dan mari kita pastikan bahwa setiap program yang direncanakan benar-benar berdampak dan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, Plt. Sekretaris Bappeda, Sri Indriastuti menekankan, pramusrenbang Rembuk Stunting 2026 tujuannya adalah bahas hasil kinerja konvergensi stunting selaku bahan dengan susunan rencana kerja percepatan turunnya serta mencegahnya stunting kedepannya dan pertajam sasaran pertama penerima manfaat.
“Percepatan penurunan stunting sasaran utamanya adalah ibu hamil, balita, baduta, remaja putri calon pengantin dan semua rumah tangga atau masyarakat terutama mereka yang masuk di dalam keluarga risiko stunting. Jadi intervensinya tidak hanya kepada anak balitanya tetapi mulai kepada mereka yang masih remaja putri, menjadi calon pengantin, ibu hamil dan seterusnya,” jelasnya.
Sumber: tangerangpos.id



