Teman Tangerang Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian mengatakan delapan rumah rusak yang diakibatkan longsor sepanjang 200 meter pada Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. BBWS C3 menerangkan bakal perkuat tanggul di bibir sungai dengan mencegah meluasnya kerusakan permukiman warga.
Selanjutnya, Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana mengungkapkan, alat serta material kebencanaan sudah siap teruntuk menangani lonsor dan melindungi masyarakat pada ancaman longsor susulan.
“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun kami tetap melihat kondisi lapangan, terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang tepat,” ujar Dedi, Selasa (3/1/2026).
Kemudian, Dedi Yudha Lesmana menekankan, dalam penanganan darurat berfokus di penguatan bibir sungai dan mengendalikan aliran luapan supaya tidak langsung hantam tanggul tanah.
“Struktur tanggul eksisting tidak kami intervensi karena materialnya berupa pasir dan berisiko jika diganggu. Upaya yang dilakukan adalah menahan dan mengendalikan arah limpasan agar dampaknya tidak membahayakan,” jelasnya.
Terutama penguatan bibir sungai hendak dilakukan Menggunakan metode pemasangan bronjong yang difungsikan menahan arus sungai serta cegah longsor. Sehingga konstruksi yang merupakan anyaman kawat lapis galvanis berisi batu kemungkinan aliran air stabil berjalan, meskipun dalam tekanan tanah yang lebih terkendali.
“Jika tidak segera ditangani, bibir sungai akan semakin tergerus dan mengancam keselamatan warga serta bangunan di sekitarnya,” ungkap Dedi.
Secara keseluruhan, dalam penaganan jangka panjang, BBWS C3 sudah siapkan desain tanggul permanen melewati metode penguatan turap untuk pemasangan parapet dan pintu air selaku solusi pengedalian banjir pada Sungai Cidurian.
“Saat ini, proses pengajuan anggaran untuk penanganan tersebut masih terus diupayakan,” katanya.




