Pedagang Bakso Bagikan Dagangannya Secara Gratis Ke Warga Terdampak Banjir

Teman Tangerang seorang pedagang bakso keliling bagikan bakso gratis kepada warga korban banjir di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten.

Boy, yaitu seorang pedagang tersebut sengaja mendatangi kawasan pemukiman yang terdammpak banjir dengan membantu warga yang kesulitan beraktivitas serta terbatas untuk memperoleh makanan.

Selanjutnya, Boy akui aksi itu dilakukannya secara spontan dengan atas dasar empati melihat kondisi korban banjir.

“Ini memang niat dari hati, kasihan melihat korban banjir, jadi hari ini semua saya gratiskan,” ujar Boy sambil melayani warga, Minggu (25/1).

Kemudian, dia mengatakan, total ada sekitar 120 porsi bakso yang dibagikannya kepada warga.

“Kurang lebih 120 porsi. Insyaallah kalau memungkinkan, besok bisa lanjut lagi,” katanya.

Selain itu, Boy menyatakan, bahwa dirinya sebenarnya tidak bisa berjualan di kawasan Periuk Damai. Dikarenakan wilayah itu terendam banjir yang cukup parah, dan bergerak langsung membantu.

“Saya memang nggak biasa muter di sini, cuma saya tahu daerah ini kebanjiran karena saya tinggal di sekitar Sangiang. Jadi saya sengaja ke sini buat bagi-bagi,” ujarnya.

Sebagai tambahan, seorang warga yang terdampak, Ana akui bantuan makanan itu sangat berarti bagi kami, yaitu yang di tengah disituasi darurat. Dia mengatakan, dengan adanya keterbatasan, bakso gratis menjadi hiburan tersendiri teruntuk warga.

“Ngilangin pusing, enak makan bakso. Makan memang ada, tapi kan nasi terus,” kata Ana.

Untuk sekarang, menurutnya bantuan itu bukan hanya mengenyangkan, tetapi guna memberi semangat di Tengah kondisi sulit.

“Bakso itu luar biasa. Sudah dua hari dibagi-bagi, saya memang suka bakso,” ujarnya sambil tersenyum.

Sebagian besar, Minggu siang kemarin, banjir di Perumahan Periuk Damai masih tergenang sekitar pemukiman yaitu pada ketinggian air bervariasi, sehingga di berbagai titik capai kurang-lebih 3 meter.

Kondisi tersebut terpaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya milih bertahan di lantai dua rumah.

Pada akhirnya, di tengah keterbatasan akses serta distribusi bantuan, aki kemanusiaan dari pedagang bakso keliling itu dijadikan potret solidaritas sosial yang menguatkan warga, bahwa di balik bencana, masih hadir kepeduliaan dari sesama.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.