Titik-Titik Banjir di Wilayah Tangerang — Waspada dan Siaga!

Teman Tangerang – Musim hujan yang terus melanda wilayah Tangerang membuat sejumlah titik menjadi rawan banjir. Kondisi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, tapi juga berdampak langsung terhadap mobilitas dan kehidupan sehari-hari warga. Berikut informasi penting mengenai titik-titik banjir yang perlu Teman Tangerang ketahui.

Periuk & Garden City

Salah satu area yang sering terdampak banjir adalah kawasan Kecamatan Periuk, terutama Perumahan Garden City di RW 21, RW 22 dan RW 25, Kelurahan Gebang Raya. Daerah ini merupakan titik rawan banjir karena beberapa faktor, antara lain jebolnya tanggul sungai lokal yang menyebabkan air luapan masuk ke pemukiman warga hingga ketinggian yang signifikan. Akibatnya, ratusan hingga ribuan rumah sempat terendam air, memaksa warga tadi mengungsi ke posko-posko darurat yang disiapkan Pemkot Tangerang.

Petugas dari Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai upaya mitigasi, seperti perbaikan tanggul, pemasangan kisdam, hingga penyedotan air dengan pompa untuk mempercepat surutnya genangan.

Jembatan Alamanda & Sekitarnya

Di wilayah Periuk, selain Garden City, area sekitar Jembatan Alamanda juga termasuk titik rawan genangan. Lokasi ini sering dipantau dan menjadi fokus tim tanggap darurat karena arus air yang datang dari hulu kadang membuat saluran drainase cepat penuh.

Beberapa Titik Lain di Kota Tangerang

Selain Periuk dan Garden City, beberapa wilayah lain di Kota Tangerang juga pernah atau masih rawan banjir ketika curah hujan tinggi, antara lain:

  • Persada Raya dan Gebang Raya — lokasi yang sering tergenang air saat hujan deras.

  • Jalan KH Hasyim Ashari dan beberapa jalan utama lainnya mencatat genangan yang cukup tinggi pada beberapa kejadian banjir sebelumnya.

  • Sejumlah titik di Cipondoh, Pinang, dan Cibodas juga tercatat sebagai wilayah yang pernah mengalami genangan air ketika hujan ekstrem mengguyur.

Mengapa Tangerang Sering Banjir?

Fenomena banjir di Tangerang tidak terjadi tanpa sebab. Kombinasi faktor curah hujan tinggi, aliran sungai yang tidak mampu menampung air secara optimal, dan kondisi drainase yang kadang kurang memadai membuat sejumlah daerah menjadi titik rawan saat musim hujan. Upaya pemerintah pun terus dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur dan sistem drainase agar dampak banjir bisa dikurangi di masa depan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.