Star Radio - Waspada, Ini 10 Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Republik Indonesia
Lifestyle
Waspada, Ini 10 Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Republik Indonesia
August 23rd | 2021

Menanggapi Virus Corona yang telah menyebar lebih dari 1,5 tahun di Indonesia, pemerintah telah melakukan beragam upaya.

Upaya yang telah dilakukan yakni meningkatkan testing, tracing, treatment (3T), vaksinasi, dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hasil dari upaya tersebut pun ternyata menghasilkan sesuatu yang baik. Nyatanya kasus infeksi Covid-19 mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Dilansir dari Kompas.com, hingga Minggu (22/08/2021), tercatat ada 3.967.048 kasus Covid-19 di Indonesia dengan 125.352 kematian, dan 319.658 kasus aktif.

Hingga saat ini DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus tertinggi, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Berikut info terkini 10 daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi:

1. DKI Jakarta

Kasus positif: 845.237

Meninggal: 13.173

 

2. Jawa Barat

Kasus positif: 667.911

Meninggal: 12.412

 

3. Jawa Tengah

Kasus positif: 461.357

Meninggal: 27.473

 

4. Jawa Timur

Kasus positif: 371.088

Meninggal: 26.491

 

5. Kalimantan Timur

Kasus positif: 145.112

Meninggal: 4.797

 

6. DI Yogyakarta

Kasus positif: 143.825

Meninggal: 4.533

 

7. Banten

Kasus positif: 126.693

Meninggal: 2.556

 

8. Riau

Kasus positif: 119.000

Meninggal: 3.438

 

9. Bali

Kasus positif: 101.557

Meninggal: 3.063

 

10. Sulawesi Selatan

Kasus positif: 101.027

Meninggal: 1.849

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, agar kepala daerah segera menghabiskan stok vaksin Covid-19., Jumat (20/08/2021).

"Saya minta seluruh bupati, wali kota, kalau vaksin datang langsung habiskan secepat-cepatnya, minta lagi," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Presiden Jokowi, dalam penanganan pandemi,terdapat 3 kunci utama. Pertama, mempercepat vaksinasi.

Kedua, memindahkan pasien yang isolasi mandiri ke fasilitas isolasi terpusat.

"Kurangi yang isoman (isolasi mandiri), ditarik ke isolasi yang terpusat. Ini akan sangat mengurangi sekali laju penyebaran," ujar Jokowi.

Ketiga, memastikan suplai obat tidak terlambat. Jika ada pasien yang masuk ke fasilitas isolasi terpusat, maka obat harus segera diberikan.

 

(C)

Sumber foto: Kompas.com

Share This