Star Radio - Waldjinah, dari Ratu Kembang Katjang ke Ratu Keroncong
Music
Waldjinah, dari Ratu Kembang Katjang ke Ratu Keroncong
April 2nd | 2018

Hi Stars, Bertahun-tahun lalu saat mendendangkan Walang Kekek maupun Jangkrik Genggong, Waldjinah masih lincah. Kini Waldjinah sudah sepuh. Berjalan maupun berbicara tak lagi sempurna.

Dia mesti dipapah atau dibantu kursi roda. Berbicara pun terbata-bata.

Namun, Waldjinah masih bisa dengan lancar menyanyikan Walang Kekek dengan suaranya yang khas. Tak salah jika gelar Ratu Keroncong disematkan pada wanita asal Solo itu.

Kini, usia Waldjinah sudah memasuki 72 tahun. Tepat enam dekade Waldjinah memberi warna pada belantika musik Indonesia, khususnya keroncong.

Waldjinah memulai kariernya pada 60 tahun lalu saat mengikuti kontes Ratu Kembang Katjang di Solo, Jawa Tengah. Suara merdu Waldjinah yang banyak berlatih kala mendengar alunan musik Jawa saat menemani ayahnya bekerja mencap batik, berhasil memikat para juri.

Waldjinah dinobatkan sebagai Ratu Kembang Katjang saat berusia 12 tahun.

"Saya juara, saya paling kecil sendiri dan menjadi Ratu Kembang Katjang," kata Waldjinah di Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat itu ia membantu pagelaran busana Anne Avantie.

Perlombaan menyanyi Ratu Kembang Katjang itu membuka jalan bagi karier Waldjinah cilik. Bakatnya mulai dikenal dan dilirik dapur rekaman serta Radio Republik Indonesia (RRI).

Waldjinah sampai berhenti sekolah. Alasannya terimpit masalah ekonomi. Mumpung ada rezeki, ia manfaatkan untuk mencari uang. Cita-citanya menjadi seorang sekretaris pun ia korbankan. Waldjinah kemudian bekerja menjadi penyanyi honorer di RRI.

 

"Saya tidak sekolah. Saya tidak punya uang. Ibu saya berdagang dan bapak saya tukang cap batik. Saya menjadi penyanyi honorarium dengan gaji Rp15-Rp17," tutur Waldjinah seraya tertawa.

Waldjinah remaja terus menggali diri dengan mengikuti berbagai perlombaan. Dari Solo, Waldjinah mengembangkan sayapnya dengan mengikuti perlombaan tingkat Nasional ke Jakarta.

Pada 1965, Waldjinah menjadi juara Bintang RRI. Ketika itu, dia sedang mengandung delapan bulan.

"Ada yang bilang, 'perut gede kok jadi bintang radio.' Saya kepengen saja waktu itu karena ada hadiah dari Presiden Soekarno," ucap Waldjinah.

 

Sejak saat itu, nama Waldjinah kian bersinar. Lewat lagu Walang Kekek yang diciptakannya sendiri, Waldjinah membuat nyanyian Jawa dengan musik keroncong dikenal seantero Indonesia. 

Lagu itu populer di masanya dan melegenda hingga saat ini. Walang Kekek yang bercerita tentang perempuan itu juga merupakan lagu yang paling disukai Waldjinah sepanjang kariernya.

"Favorit saya Walang Kekek dan juga Yen Ing Tawang," ujarnya. Yeng Ing Tawang merupakan lagu pertama yang dikeluarkan oleh Waldjinah.

Selain membuat lagu sendiri, Waldjinah juga berkolaborasi dengan musisi-musisi andal lainnya seperti Mus Mulyadi, Gesang, Andjar Any, dan Ismail Marzuki.

Tercatat hingga saat ini Waldjinah sudah merilis lebih dari 200 album dan 1.500 tembang. Konsistensi Waldjinah pada musik Keroncong membuatnya mendapat julukan Ratu Keroncong.

Kini, Waldjinah yang merupakan ibu dari lima anak, nenek dari delapan cucu dan memiliki tiga cicit ini juga menjaga kondisi tubuhnya dengan makanan yang sehat dan rutin pijat sekali dalam dua pekan.

Di hari tuanya, Waldjinah masih aktif bernyanyi keroncong dari pentas ke pentas. Dia juga mengisi waktunya dengan mendirikan sekolah musik keroncong di rumahnya di Solo.

"Sekarang muridnya ada 20 orang dari SD, SMP, SMP," kata Waldjinah yang lahir pada 7 November 1945 itu.

Menurut Waldjinah, musik keroncong saat ini masih digemari oleh banyak orang. Hanya saja, dia mengkritik banyak media yang tak mengangkat musik keroncong.

"Sekarang maju tapi saya lihat dari TV kok tidak ditayangkan. Itu harusnya ditayangkan. Keroncong yang punya Indonesia, jangan kalah dengan Malaysia, saya takut kalau itu diambil luar," Sang Ratu Keroncong mengungkap kekhawatirannya. 

 

Sandi, 2018

(https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20180331092100-227-287169/waldjinah-dari-ratu-kembang-katjang-ke-ratu-keroncong)

Share This