Star Radio - Pemerintah Buka Kembali Pintu Untuk Masuknya Warga Negara Asing, Berikut Aturannya
Lifestyle
Pemerintah Buka Kembali Pintu Untuk Masuknya Warga Negara Asing, Berikut Aturannya
September 16th | 2021

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly kembali mengizinkan orang asing masuk ke Indonesia.

Namun, izin ini terbatas untuk WNA pemegang visa kunjungan, visa tinggal terbatas, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap yang sah dan berlaku.

Dilansir dari Indozone, aturan ini tertuang dalam Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 Tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (15/09/2021). 

"Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021 membuka kembali akses masuk ke Indonesia bagi orang asing pemegang visa kunjungan dan visa tinggal terbatas yang masih berlaku,"  ujar Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara, dikutip Kamis (16/9/2021).

Selanjutnya, warga negara asing lain yang juga diizinkan masuk Indonesia meliputi mereka yang memegang izin tinggal dinas, izin tinggal diplomatik, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap. Lalu pemegang Kartu Perjalanan Pebisnis (KPP) APEC, awak alat angkut yang datang bersama dengan alat angkutnya, serta Pelintas Batas Tradisional.

"Subjek-subjek tersebut dapat memasuki wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) tertentu, setelah memenuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai peraturan perundang-undangan," lanjutnya.

Selain itu, Kemenkumham juga membuka kembali pelayanan pembuatan visa offshore yang bisa diajukan secara daring melalui online.imigrasi.go.id. Sedangkan layanan visa kerja bisa dilakukan melalui situs tka-online.kemnaker.go.id.

Untuk pemohon visa baru, harus melampirkan sejumlah syarat tambahan, seperti sertifikat vaksin Covid-19 dosis lengkap, bersedia mematuhi prokes di Indonesia, dan bukti asuransi kesehatan/perjalanan.

"Apabila WNA tidak memiliki asuransi kesehatan maka harus membuat surat pernyataan bersedia menanggung biaya pengobatan secara mandiri jika Ia terpapar COVID-19 selama berada di Indonesia," sambungnya.

Namun, pemerintah bisa menolak WNA dari negara tertentu yang masih tinggi kasus Covid-19 nya.

 

(C)

Sumber foto: Tribunnews.com

Share This