Star Radio - Mengenang 13 Tahun Kepergian Chrisye, Lilin Kecil di Kegelapan Literasi Tokoh Musik Pop
Music
Mengenang 13 Tahun Kepergian Chrisye, Lilin Kecil di Kegelapan Literasi Tokoh Musik Pop
April 1st | 2020

Sebelum virus Corona atau Covid 19 masuk ke Indonesia, Komunitas Kangen Chrisye (#K2C) sudah siap menggelar acara “Mengenang 13 Tahun Kepergian Chrisye”. Sejumlah musisi dipanggil untuk menjadi pembicara diskusi seputar musik Chrisye.

#K2C digagas dan dibentuk oleh Ferry Mursyidan Baldan seorang fans berat Chrisye yang lebih dikenal sebagai politisi. Kiprah #K2C dimulai sejak Chrisye wafat pada 30 Maret 2007 dan berlanjut hingga kini.

Keberadaan #K2C identik dengan tanggal kepergian Chrisye. Karena, selalu ada ritual #K2C tiap tahun untuk mengenangkan sosok Chrisye dan lagu-lagunya, mulai dari yang sederhana seperti mengadakan pengajian dan doa bersama anak-anak yatim, meminta pengamen jalanan dan musisi di kafe-kafe membawakan lagu-lagu hits milik Chrisye, hingga yang terbilang cukup rumit dilakukan yaitu membuat buku tentang Chrisye dari berbagai sudut pandang. Sudah ada tiga buku “Mengenang Chrisye” diluncurkan oleh #K2C, yang semuanya dibuat secara profesional.

Pada kesempatan lain meski tidak terkait langsung dengan sebuah sekolah SMA di Jakarta, #K2C mendukung acara reuni sekolah itu, karena mengadakan lomba menyanyikan lagu Chrisye di acara internalnya.

Semangat #K2C untuk terus “merayakan keindahan rasa” pada karya dan lagu Chrisye tak dapat dibendung bahkan oleh ancaman wabah cirus Corono sekalipun.

Peringatan tahun ke-13 kepergian Chrisye pada 30 Maret 2020, memang telah disiapkan jauh-jauh hari oleh komunitas #K2C dengan agenda utama diskusi menghadirkan pembicara para musisi.

Namun, rencana tersebut batal setelah ada imbauan dari pemerintah tentang tidak diizinkan berkumpul terkait mewabahnya Covid 19.

Kreativitas #K2C tak berhenti oleh pandemic Corona. Setelah ‘plan A’ gagal, #K2C menjalankan ‘plan B’, mendesain ulang acara. Kali ini diskusi dilakukan secara virtual dalam bentuk video.

Nara sumber seperti Erwin Gutawa, Candra Darusman, Keenan Nasution, juga James F Sundah memberikan komentar tentang Chrisye, musik dan hak atas karyanya.

Menurut Ferry Mursyidan Baldan, #K2C merasa perlu menyajikan video tersebut, terutama berkenaan dengan wafatnya isteri Chrisye, Damayanti Noor, pada 8 Februari 2020.

“Sejak almarhum Chrisye berpulang di tahun 2007 hingga tahun 2019, Mbak Yanti selalu mensupport kegiatan #K2C. Dan kami menjadikannya sebagai representasi Chrisye,” ucap Ferry.

16 Wartawan nyanyi “Lilin Lilin Kecil”

Secara khusus pada peringatan “Mengenang 13 Tahu Kepergian Chrisye” yang juga menandai wafatnya Damayanti Noor (istri Chrisye pada 8 Februari 2020), #K2C membuat video berdurasi sekitar 40 menit yang diunggah ke akun YouTube milik Ferry M Baldan pada 30 Maret 2020.

Video dibuka dengan dialog antara wartawan musik senior Gideon Momongan bersama Ferry Mursyidan Baldan, politisi yang merupakan penggemar berat Chrisye.

Di segmen berikutnya, para musisi memberikan komentar dan tanggapan pertanyaan yang diajukan tim #K2C melalui Whatsapp. Mereka adalah Erwin Gutawa, Keenan Nasution, Candra Darusman dan James F Sundah yang berbicara sesuai kapasitas bidangnya dan proporsional.

Di bagian penutup, James F Sundah pencipta lagu “Lilin Lilin Kecil” yang dipopulerkan Chrisye.

Yang juga menarik dan menghibur adalah bagian ketika lagu “Lilin Lilin Kecil” dinyanyikan oleh 16 wartawan dari rumah masing-masing. Lagu khidmat dengan musik yang diaransemen oleh tiga musisi itu menjadi ajang “balapan suara” para wartawan dengan gayanya masing-masing.

“Jangan dilihat dari vokalnya, tapi perhatikan ekspresi dan sorot mata mereka, menunjukkan kecintaan pada lagu itu dan Chrisye,” kata Ferry Mursyidan Baldan saat berdialog dengan Dion Momongan di video tersebut.

“Mengenang 13 Tahun Kepergian Chrisye” dilakukan secara virtual adalah pengalaman baru bagi #K2C dan menjadi Gerakan kedua setelah, Najwa Shihab membuat video nyanyi bersama lagu “Rumah Kita” milik grup Godbless.

“Kami mengditnya menjadi satu lagu yang utuh. Di luar pembuatan video, #K2C juga merancang kegiatan via social media yang telah diposting pada 30 Maret 2020,” ucap Ferry soal video lagu “Lilin Lilin Kecil”.

Rangkaian kegiatan #K2C tak sekedar mengingat momen wafatnya Chrisye. Ada semangat lebih penting dalam skala besar, bahwa Indonesia memiliki budaya menghargai dan mengapresiasi tokoh musik yang layak dilegendakan.

Sayangnya, wilayah kebudayaan terutama dunia kreatif bidang musik di Indonesia masih minim kesadaran mengapresiasi karya dan tokohnya. Tidak berlebihan jika Gerakan mendokumentasikan legenda Chrisye oleh #K2C semacam lilin-lilin kecil di kegelapan literasi musik pop Indonesia.

 

 

 

Nah stars dari artikel ini mengajarkan kita bagaimana kita harus menghargai setiap karya atau orang yang sudah membawa nama baik Indonesia. Maka dari itu mari kita sama-sama menghargai mereka ya stars!!!

 

--

Steven Sung

Share This