Star Radio - Manusia dan Serigala dalam “Brotherhood of The Wolf” (2002)
Movie & Cinema
Manusia dan Serigala dalam “Brotherhood of The Wolf” (2002)
April 6th | 2020

Buku berjudul La Bete Gevaudan. Pada abad ke 18 ada seekor binatang misterius menteror Prancis dan menyebabkan sejumlah korban. Penyebabnya dituding kepada serigala berpunggung raksasa “Un loup de taille gigantesque”, sekitar Montperllier.

Fakta sejarahnya La Bete de Gevaudan ini pada 1764, meneror sebuah distrik terpencil di Prancis, menewaskan lebih dari 60 wanita dan anak-anak dan merobek hati dan vital.

Rupanya legenda ini diangkat ke layar lebar oleh sutradara Christope Gans. “Brotherhood of The Wolf” atau “Pacte de Loops”. Ceritanya berkisar pada tahun 1764, pada masa pemerintahan Raja Louis XV. Raja mendengar ada binatang (dianggap) kejadian itu dan meminta seorang ahli ilmu alam sebagai detektid Gregoire dan Fronsac (dibintangi Samuel Le Bihan). Dia ditemani Indian dari Kanada bernama Mani (Mark Decascos). Mereka membantu bangsawan-bangsawan setempat melawan makhluk yang tadinya dikira serigala biasa saja.

Belakangan Fronsal mengetahui bahwa mahluk itu sengaja dipelihara untuk merosotkan wibawa raja oleh suatu sekte yang disebut pakta serigala, yang dipimpin seorang bangsawan gila. Frontac membingkar kasus ini diselingi percintaan dengan Marianne de Mollingiare.

“Brotherhood of The Wold” bukan film horor. Walau pun horor jenis klasik, penuturannya khas Prancis tentang abad ke 18-19. Petualangan sejarah dengan romans seperti cerita sastra. Sang pahlawan nyaris terbunuh.

Gambarnya lagi-lagi bagus dan alurnya lambart, ini untuk menunjukkan detail seperti umumnya film Eropa. Warna erotismenya kuat dengan lagu-lagu khas film Eropa (Prancis). Samuel Le Bihan dan Mark Dacascos berakting bagus sekali, juga Monica Belluci sebagai wanita misterius penunjuk mereka.

Detail historisnya bagus (walau tidak diakui berdasarkan kisah nyata). Diakhiri dengan suasan Revolusi Prancis yang mengambil korban anak-anaknya sendiri seperti kata Dante. Manusia lebih serigala daripada serigala.

Gans memadukan banyak unsur. Pertama, kehadiran sekte, perkumpulan rahasia (komunitas) yang digambarkan tidak hitam putih. Ada unsur politiknya bercampur paganism dengan kepercayaan roh hewan, spiritualitas. Dunia spiritualitas ini bertentangan dengan keyakinan tokoh utamanya Fronsac yang berpegang pada pengetahuan.

Ini menarik, waktu film itu rilis pada 2002, era film-film bernuansa post modernism bermunculan, diantaranya terkaitan sekte, cult, dunia roh, seperti cerita sturadara blasteran India M Night Shyamalan.

Kedua ada atraksi bela diri yang diperankan tokoh indianya bernama Mani, mengungatkan seni bela diri Timur.

Dongeng Barat klasik juga dimasukan lewat, tokoh bangsawan bernama Jean-Francois (Vincent Cassel), yang memiliki satu tangn. Hanya saja dia membuat senapan yang dapat disangga dilekuk bahunya dan menembakan peluru perak.

Ketiga, sinematografinya indah, sekaligus menyeramkan, kabut, rawa-rawa, lumut, tanaman merambat, dan hingga dekorasi interior abad ke-18 yang artistic membuatnya menjadi film fantasi yang ektravaganza.

 

 

 

Wah stars, ada lagi nih rekomendasi film untuk kalian yang tentunya WFH, selamat menonton ya stars.

 

--

Steven Sung

Share This