Star Radio - KPI Tegur Kartun “Spongebob” dan Acara Promosi Film “Gundala”
Movie & Cinema
KPI Tegur Kartun “Spongebob” dan Acara Promosi Film “Gundala”
September 17th | 2019

Tangerang, Staradio1073fm.com – Acara Kartun “Spongebob” yang ditayangkan GTV dan acara promosi film “Gundala” yang ditayangkan TV One di tegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama 12 acara TV dan Radio lainnya. Menurut KPI dalam situs resminya, 14 program siaran itu melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI tahun 2012.

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo mengatakan, jenis pelanggaran yang ditemukan terkait adanya muatan kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, konflik pribadi, dialog dan gerakan sensual. Dilansir situs resmi KPI, 14 program siaran yang diberi sanksi yakni Program Siaran Jurnalistik “Borgol” GTV, "Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" GTV, "Ruqyah" Trans 7, "Rahasia Hidup" ANTV, "Rumah Uya" Trans 7, "Obsesi" GTV, Promo Film "Gundala" TV One, "Ragam Perkara" TV One, "DJ Sore" Gen FM, "Heits Abis" Trans 7, "Headline News" Metro TV, "Centhini" Trans TV, "Rumpi No Secret" Trans TV, dan "Fitri" ANTV. 

Dalam program acara "Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" ada dua alasan yang menjadi bahan pertimbangan KPI menegur kartun tersebut. Alasan pertama, film itu memuat tindakan kekerasan seekor kelinci terhadap kelinci lain yakni memukul wajah dengan papan, menjatuhkan bola bowling dari atas sehingga mengenai kepala, melayangkan palu ke wajah, dan memukul pot kaktus menggunakan raket ke arah wajah. Alasan Kedua, bahwa Program Siaran “Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie” yang tayangkan oleh stasiun GTV pada tanggal 22 Agustus 2019 mulai pukul 15.02 WIB terdapat adegan melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu.

Lalu dalam acara promosi film “Gundala” yang ditayangkan TV One, KPI menilai adanya pengucapan kata kasar “Bangsat” dalam acara tersebut. “Lembaga penyiaran harus memperhatikan ketentuan soal pelarangan dan pembatasan program siaran bermuatan seksual. Siaran dilarang menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas atau membenarkan perilaku yang tidak pantas sebagai hal yang lumrah,” jelas Mulyo. 

Menurut KPI, teguran itu dilayangkan karena lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat. Melihat acara “Spongebob” ditegur, Sutradara Joko Anwar menilai KPI tak lagi perlu dipercaya oleh masyarakat. Ucapan itu disampaikan setelah KPI melayangkan peringatan acara kartu “The Spongebob Squarepants Movie”.

"Menurut saya kalau sampai ada satu lembaga yang bisa memberikan statement tayangan seperti Spongebob itu melanggar norma-norma, itu menurut saya lembaga tersebut tidak perlu dipercaya saat menilai apapun di dunia ini, karena enggak make sense (masuk akal)," kata Joko Anwar di kawasan Senayan, Senin (16/9).

Nah stars, menurut kamu, apakah teguran terhadap acara kartun “Spongebob” dan promosi film “Gundala” yang dilakukan KPI adalah keputusan yang tepat? (AND)

Share This