Star Radio - Kenali Gejala Penyakit Lupus
Lifestyle
Kenali Gejala Penyakit Lupus
September 12th | 2019

Stars, belum lama ini ada kabar tak mengenakkan datang dari Hollywood. Bintang Kim Kadarshian divonis dokter berpotensi besar mengidap penyakit lupus. Dalam tes darah yang dilakukan, Kim positif mengidap artitis reumatoid atau radang sendi yang disebabkan oleh adanya gangguan antibodi.

Penyakit lupus mungkin bukanlah istilah baru untuk kamu ketahui. Lupus (odapus) adalah suatu penyakit yang menyerang sistem imunitas dimana jaringan yang ada di dalam tubuh dianggap sebagai benda asing.

Lupus sendiri tergolong penyakit berbahaya yang cukup banyak merenggut nyawa seseorang. Bahkan penyakit ini setara dengan penyakit kanker yang bisa berdampak pada kematian. Tidak sedikit dari mereka yang menderita lupus tidak bisa tertolong lagi. Sayangnya, penyakit ini menurut Pimpinan Division of Rheumatology and Lupus Center di NYU Langone Health, D. Jill Buyon, tidak bisa disembuhkan dan belum ditemukan obatnya, nih, Stars.

Dibawah ini merupakan gejala dari penyakit lupus yang mungkin sering kali terabaikan agar kita dapat mencegahnya sebelum jadi lebih berbahaya. Mari kita simak bersama.

1. Nyeri otot dan sendi                                       

Rasa nyeri pada otot dan sendi biasanya muncul saat baru bangun tidur di pagi hari. Biasanya bagian yang mengalami nyeri berada di sekitar pergelangan tangan, buku-buku jari dan juga jari-jari. Selain itu, nyeri sendi pada penyakit lupus hanya muncul di satu sisi tangan saja.

2. Muncul ruam berbentuk kupu-kupu di wajah

Salah satu gejala lupus yang biasanya muncul adalah ruam berbentuk kupu-kupu yang muncul di kulit wajah. Jenis ruam ini disebut sebagai butterfly rash dan umumnya terjadi pada wanita saat pertama kali terkena lupus. Selain itu, kulit juga akan jadi lebih sensitif terhadap cahaya.

3. Rambut rontok

Selain dua gejala diatas, ada juga gejala umum lain, nih, Stars. Rambut rontok juga bisa jadi pertanda gejala lupus. Kerontokan rambut terjadi secara perlahan karena rambut menjadi lebih rapuh dan mudah patah yang diakibatkan oleh kadar tiroid yang terlalu rendah. Hal ini juga disebut sebagai hipotiroidisme.

4. Demam

Stars, orang yang terkena lupus sering kali mengalami demam yang biasanya lebih dari 38 derajat celcius. Hal tersebut terjadi sebagai respons tubuh terhadap peradangan dan infeksi. Oleh karena itu, saat suhu tubuh meningkat melebihi suhu normal dan tidak kunjung turun selama berhari-hari, sebaiknya segera temui dokter agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat mengenai kondisi tubuh kamu.

5. Dada terasa sakit

Penyakit lupus ternyata juga dapat memicu peradangan pada selaput yang melapisi paru-paru dan jantung. Akibatnya, dada akan terasa sakit dan tubuh akan kesulitan bernapas.

6. Muncul ulkus di mulut

Ulkus atau luka yang terdapat di mulut merupakan salah satu gejala yang biasanya muncul pada masa-masa awal penyakit lupus. Umumnya, luka tersebut akan muncul di sekitar langit-langit mulut, gusi, pipi bagian dalam dan bibir.

Luka yang muncul tak selalu mengakibatkan nyeri pada mulut, namun juga bisa mempengaruhi kondisi mulut sehingga mulut menjadi kering.

7. Keluar darah bersamaan dengan urine

Para ahli berpendapat bahwa salah satu organ tubuh yang mengalami kerusakan saat sel antibodi yang seharusnya melindungi tubuh justru terbalik menyerang tubuh dan ginjal. Kondisi rusaknya ginjal ini merupakan komplikasi akibat lupus yang sudah semakin berbahaya. Kondisi inin bisa dikenali dari darah yang keluar bersamaan dengan urine saat sedang buang air kecil.

Itu tadi merupakan gejala-gejala dari penyakit lupus. Penyebab dari penyakit lupus sendiri memang belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diyakini menjadi penyebab yang paling kuat untuk penyakit kronis ini diantaranya faktor genetik, hormon, lingkungan, konsumsi obat-obatan hingga paparan sinar matahari.

Tapi, jangan keburu khawatir, Stars. Kamu masih bisa mencegah dan meminimalisir risiko dengan memiliki gaya hidup sehat, hindari stres berlebih, istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan.

Jika kamu menemui beberapa gejala diatas, lebih dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan dini ke dokter dibandingkan self-diagnose karena tidak semua orang akan mengalami gejala serupa atau seluruh gejala yang telah disebutkan diatas. Kamu harus lebih peka terhadap dirimu sendiri, Stars!

(nan)

Share This