Star Radio - Ini Alasan PENTAGON Batal Konser di Hong Kong
Music
Ini Alasan PENTAGON Batal Konser di Hong Kong
September 5th | 2019

Staradio1073fm.com - Boyband asal Korea Selatan, PENTAGON, batal menyapa penggemarnya di Hong Kong dalam waktu dekat ini loh stars. Awalnya, mereka berencana konser di Hong Kong pada 12 Oktober. Namun, Cube Entertainment selaku agensi PENTAGON mengatakan konser tersebut harus dibatalkan karena alasan keselamatan.

"Dengan berat hati kami memberi tahu PENTAGON World Tour PRISM 2019 di Hong Kong pada 12 Oktober harus dibatalkan karena permasalahan keamanan di Hong Kong saat ini, Kami terpaksa mengambil keputusan ini demi keselamatan penonton dan sang artis. Kami berterima kasih atas dukungan dan benar-benar meminta maaf atas pembatalan tersebut " tulis Cube Entertainment melalui akun resmi Twitter PENTAGON.

Agensi ini juga mengatakan mereka bakal mengembalikan uang tiket penonton dalam kurun 45 hari kerja untuk pembelian dengan kartu kredit. Sementara pengembalian uang tiket yang dibeli dengan uang tunai bisa diambil di HK Ticketing Box, HK Exhibition Center pada jam kerja.

Dikarnakan ada aksi unjuk rasa Hong Kong telah memasuki pekan ke-13. Asisten Komisioner Kepolisian Hong Kong, Mak Chin-ho, menyatakan 159 orang berusia 13 sampai 59 tahun yang ditangkap dalam unjuk rasa pada Jumat hingga Minggu (1/9) pekan lalu.

Para ribuan mahasiswa Hong Kong menggelar aksi mogok kuliah selama dua pekan sebagai bentuk solidaritas. Pendemo Hong Kong juga sempat mengepung stasiun MRT yang berujung jadwal kereta menjadi kacau.

Pemerintah pada Juni lalu merencanakan RUU Ekstradisi ke China yang telah diprotes banyak pihak hingga menimbulkan berbagai protes lain, seperti gerakan pro-demokrasi.

Akibatnya, reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis terganggu. Selain itu, sektor pariwisata juga terkena dampak yang cukup besar dengan turunnya tingkat kedatangan pengunjung, ditambah pengusaha penginapan seperti hotel dan perdagangan ritel merugi.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menyatakan terpikir untuk mengundurkan diri jika dianggap keputusan itu adalah yang terbaik untuk mengakhiri demonstrasi yang terjadi selama tiga bulan belakangan. Dia juga mengaku merasa bersalah karena telah memantik kekacauan di kalangan rakyat yang dipimpinnya.

Nita Yuliyanti, 5 september 2019 

Share This