Star Radio - Film Joker Berpotensi Dilarang Tayang di TV Jepang Karena Memicu Kekerasan
Movie & Cinema
Film Joker Berpotensi Dilarang Tayang di TV Jepang Karena Memicu Kekerasan
November 17th | 2021

Film Joker yang dibintangi  oleh Joaquin Phoenix, dikabarkan berpotensi dilarang tayang di televisi Jepang. Dari berbagai sumber berita, hal itu dikarenakan adanya penikaman di Kereta Tokyo pada malam Halloween.

Pada akhir Oktober 2021, seorang pria mengenakan kostum figur Joker dan menikam belasan penumpang. Kepolisian Jepang menyatakan setidaknya 18 orang terluka akibat kejadian itu.

Saat itu, sang pelaku juga langsung diamankan di tempat kejadian. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku suka karakter Joker dalam film Batman.

Menurut kepolisian, pria bernama Kyota Hattori (24)  ini mengaku memang ingin membunuh orang dan dijatuhkan hukuman mati. Dalam kesaksiannya, Hattori mengaku memiliki keinginan untuk dihukum mati sejak Juni lalu.

Dalam film arahan Todd Phillips, terdapat adegan Joker membunuh seseorang di kereta. Sehingga, hal-hal itu pun membuat Joker berpotensi dilarang tayang di layar kaca.

Walaupun belum resmi diputuskan, Joker juga diperkirakan sulit tayang di bioskop Jepang pada masa mendatang.

Di sisi lain, Joker menjadi film dewasa pertama yang resmi mencetak angka pendapatan lebih dari US$1 miliar secara global. Selama ini, daftar film dalam 'klub satu miliar dolar' didominasi film kategori semua umur, bimbingan orang tua, dan 13 tahun ke atas.

Dilansir dari Variety pada (15/11/2019), perolehan itu membuat Joker menjadi proyek film kategori anti-hero paling menguntungkan dalam sejarah. Hal itu mengingat Joker hanya berbujet US$62,5 juta.

Kesuksesan itu membuat Joker disebut-sebut bakal berlanjut ke Joker 2. Namun, sang bintang Joaquin Phoenix, pada Oktober 2021, mengatakan sama sekali tidak mengetahui rencana tersebut.

 

(C)

Sumber foto: helmantaofani.com

Share This