Star Radio - Dukung LGBT, AS Masukkan Opsi Baru Bagi Kaum Non-Biner sebagai Gender Ketiga di Paspor
Lifestyle
Dukung LGBT, AS Masukkan Opsi Baru Bagi Kaum Non-Biner sebagai Gender Ketiga di Paspor
October 29th | 2021


Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat akan menerbitkan paspor dengan tanda gender "X" . Hal tersebut berlaku bagi kaum yang tidak dapat mengidentifikasi diri sebagai laki-laki maupun perempuan (kaum non-biner).

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat diperkirakan akan mulai meresmikan langkah tersebut pada tahun 2022 mendatang.

"Saya ingin menegaskan kembali, pada kesempatan penerbitan paspor ini soal komitmen Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk mempromosikan kebebasan, martabat, dan kesetaraan semua orang, termasuk kaum LGBTQI+," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price melalui sebuah pernyataan pada Rabu (27/10/2021), dikutip dari CNN.

Sebelumnya, rencana tersebut telah diumumkan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Juni lalu. Saat itu, Menteri Luar Negeri Antony Blinken berjanji bahwa pemerintah akan berupaya menambahkan opsi gender ketiga untuk individu non-biner, interseks, dan gender lainnya yang tak bisa ditentukan.

Namun, Blinken menuturkan hal itu akan memakan waktu karena memerlukan peningkatan teknologi ekstensif ke sistem komputer yang ada saat ini.

Di bawah Blinken, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga mengizinkan pemegang paspor AS untuk memilih jenis kelamin mereka di paspor.

Dilansir dari AFP, sebelum ada aturan ini, warga AS memerlukan sertifikat medis jika mereka ingin menandai gender mereka berbeda dengan akta kelahiran dan dokumen lainnya.

Sejak Presiden Joe Biden menjabat di Gedung Putih, AS memang berjanji untuk menjadikan advokasi hak-hak LGBTQ sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya.

The Human Rights Campaign, sebuah kelompok advokasi terkemuka untuk kaum LGBTQ, menyebut langkah AS ini merupakan sejarah.

"Langkah ini akan mengurangi risiko diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan yang dihadapi oleh jutaan orang Amerika non-biner, interseks, dan gender yang tak teridentifikasi yang ining bepergian keluar negeri. Amerika Serikat harus mendorong negara lain di seluruh dunia untuk meniru langkah serupa dalam mengadopsi kebijakan inklusif," kata Wakil Presiden Senior The Human Rights Campaign, JoDee Winterhof.

Selain AS, setidaknya sudah ada 11 negara lain yang telah menerapkan opsi "X" atau "lainnya" dalam penulisan gender pada paspor, yakni termasuk negara Kanada, Jerman, Argentina, India, Nepal, dan lainnya.

 

(C)

Sumber foto: destinasian.co.id

Share This