Star Radio - Dukung Industri Produk Halal, Wapres Ma'ruf Amin Dorong Fesyen Muslim Masuk Kurikulum Pendidikan
Lifestyle
Dukung Industri Produk Halal, Wapres Ma'ruf Amin Dorong Fesyen Muslim Masuk Kurikulum Pendidikan
September 1st | 2021

Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin dukung pengetahuan tentang fesyen muslim masuk dalam kurikulum pendidikan Islam. Kabarnya, hal itu didukung agar dapat terjadi regenerasi tenaga ahli fesyen muslim.

"Tadi ada ulasan untuk melahirkan di tingkat akademisi, ahli fesyen. Saya setuju sekali," ujar Wapres, dikutip dari Antara, Selasa (31/8/2021).

Disamping itu, Ma’aruf Amin juga menyampaikan agar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) terlibat sebagai lembaga pendukung.

"Nanti saya komunikasikan dengan IAEI supaya apa yang selama ini digarap tidak hanya menjadi ahli-ahli di bidang keuangan, tetapi juga di bidang fesyen," lanjutnya.

Selain itu, untuk memajukan fesyen muslim sebagai salah satu industri produk halal, Wapres juga mendorong kolaborasi dan kerja sama berbagai pihak. Wapres meminta kepada Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menko UKM) Teten Masduki untuk terlibat dalam pengembangan industri fesyen muslim.

"Saya minta nanti Pak Teten supaya betul-betul membantu. Kalau ada yang diperlukan, teman-teman di Kementerian Perdagangan untuk juga membantu membuka pasar ekspor," tegas Wapres.

Wapres berharap dalam pengembangan industri fesyen muslim, Indonesia bisa menjadi pusat fesyen muslim dunia.

Kemudian, Wapres juga mengungkapkan bahwa dalam mewujudkan impian tersebut, tentunya memerlukan promosi secara strategis dan konsisten.

Untuk memperkenalkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia, Wapresjuga  mendorong kegiatan untuk fesyen muslim terselenggara secara konsisten dan menjadi panggung strategis.

Selanjutnya, kegiatan festival fesyen muslim tersebut dapat mendorong pembangunan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di industri produk halal Indonesia.

"Kita punya perusahaan platform digital, sudah banyak yang melakukan pemasaran global, channel (jaringan) sudah ada, bagaimana kita memanfaatkan potensi yang sekarang ada," sambungnya.

 

(C)

Sumber foto: Republika.co.id

Share This