Star Radio - Beri Izin Operasi Wisata Taman Safari, Ini Alasan Bupati Bogor
Lifestyle
Beri Izin Operasi Wisata Taman Safari, Ini Alasan Bupati Bogor
August 27th | 2021

Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan sejumlah alasan memberikan izin operasi Wisata Taman Safari Indonesia (TSI) di saat tempat wisata lainnya belum boleh beroperasi.

"Sebetulnya tempat wisata belum boleh buka, tapi karena ini konservasi, di sini binatang dari seluruh negara, dan TSI tidak dapat bantuan dari pemerintah pusat, sehingga mereka kesulitan memberi pakan dan rumah sakit biayanya cukup tinggi," kata Bupati Bogor Ade Yasin saat meninjau ke lembaga konservasi yang berlokasi di Kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Kamis (26/8/2021). 

Menanggapi hal tersebut, Ade mengemukakan sejumlah ketentuan yang wajib dijalankan oleh manajemen TSI selama beroperasi di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Misalnya, membuka wahana safari journey dan tempat makan pengunjung.

"Yang ditutup seperti curug, kolam renang, tempat-tempat berkumpul seperti wahana pertunjukan itu masih belum boleh beroperasi. Hanya safari journey saja," kata Ade Yasin.

Sementara General Manager TSI Bogor Emeraldo Parengkuan menyebutkan bahwa Taman Safari Indonesia mulai dibuka untuk umum pada Rabu (25/8/2021), meski jumlah pengunjungnya masih terbilang minim.

"Iya mulai hari ini (beroperasi). Masih sedikit sih (jumlah pengunjung), kita juga belum mau promo besar," kata Aldo.

Ketentuan mengenai dibukanya kembali konservasi satwa tersebut diatur melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/408/Kpts/Per-UU/2021 mengenai penerapan PPKM level 3 pada 24-30 Agustus 2021.

Dalam Keputusan Bupati juga mengatur beberapa ketentuan lain, seperti diperbolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kemudian, diizinkannya operasi 100 persen bagi industri sektor esensial dengan sistem kerja dua shift dan pelaksanaan Liga 1 di Stadion Pakansari.

Selain itu, makan di tempat dibolehkan dengan waktu maksimal 30 menit bagi pengunjung warung makan,

Pelaksanaan konstruksi boleh beroperasi 100 persen.

Kegiatan pelatihan olahraga untuk persiapan PON XX dan PORPROV IV Jawa Barat dapat dilaksanakan.

Selanjutnya, fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan ketentuan jumlah orang 50 persen kapasitas maksimal.

Transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen.

Dan yang terakhir, pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

 

(C)

Sumber foto: Indoposco.id

Share This