Star Radio - Bahaya Mi Instan
Lifestyle
Bahaya Mi Instan
September 27th | 2018
Siapa yang suka makan mi instan tengah malem?
Hati-hati ya Stars, karena gak baik buat kesehatan.
 
Terlalu sering makan mi instan atau minimal 3 kali dalam seminggu bisa meningkatkan beberapa penyakit serius, seperti diabetes, stroke, dan jantung.
 
Penelitian yang dilakukan oleh Baylor University dan Harvard University mengungkapkan bahwa rutin mengkonsumsi mi instan beresiko untuk terkena penyakit jantung dan stroke, dan bisa meningkat dengan signifikan. penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Nutrition.
 
Tapi kamu tau gak, ada kandungan berbaya dari enaknya mi instan lho Stars. 
 
1 Kandungan lilin
Dalam pembuatan mi instan, pembuatan dilakukan dengan deep frying atau penggorengan dalam minyak panas pada suhu 120-160 derajat celcius selama 2 menit dengan kadar air kurang dari 4% sehingga mikroorganisme gak berkembang biak.
 
2. Kandungan nipagin
Dalam proses pembuatan bumbu mi instan menggunakan bahan kimia sebagai pengawet. pengawet yang biasa digunakan yaitu asam benzoat dan nipagin.
 
Nipagin digunakan sebagai pengawet dalam pembuatan kecap. di Indonesia, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), penggunaan nipagin di Indonesia diatur dalam Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yang mengizinkan penggunaan nipagin dalam kecap dengan batas maksimum 250 mg/kg (SNI,1999).
 
Tapi ada beberapa negara yang tidak mengizinkan nipagin sebagai pengawet, misalnya belgia, prancis, belanda dan turki.
 
3. MSG (monosodium glutamat)
Bumbu mi instan mengandung penyedap rasa seperti MSG atau vetsin yang bisa membahayakan kesehatan.
 
MSG juga mengakibatkan disfungsi otak dan kerusakan berbagai organ. zat ini menimbulkan beberapa penyakit, seperti alzheimer, parkinson, dan kesulitan belajar.
 
Mila Oktavia Sari, 2018
Share This