Star Radio - Antre Hampir Setahun di Badan Sensor, Film Cek Toko Sebelah Akan Diputar di Cina
Movie & Cinema
Antre Hampir Setahun di Badan Sensor, Film Cek Toko Sebelah Akan Diputar di Cina
September 11th | 2019

Film garapan sutradara Ernest Prakasa, Cek Toko Sebelah bakal diedarkan secara komersil di Cina. Hal tersebut pertama kali diungkapkan Ernest melakui akun Twitter pribadinya, pada Selasa (18/9) malam.

"Dapat kabar Cek Toko Sebelah akan edar di bioskop Cina," tulisnya disertai poster film Cek Toko Sebelah untuk perilisan di Cina.

Menurut Ernest, dirinya dan rumah produksi Starvision sudah bertemu salah satu distributor dari Negeri Tirai Bambu tersebut untuk membahas mengenai hal itu.

Namun, saat ini film Cek Toko Sebelah masih menunggu rampungnya proses administrasi sebagai salah satu syaratnya. "Cuma memang Cina itu proses sensor filmnya sangat ketat sekali. Jadi antre surat sensor itu bisa bertahun-tahun," ucap Ernest.

"Pokoknya untuk dapat surat (lulus) sensor untuk tayang di bioskop Cina itu syaratnya banyak banget. Jadi film Cek Toko Sebelah yang relatif aman menurut kita, enggak ada aneh-aneh, itu saja sekarang masih antre," ujarnya.

Pada hari ini, Rabu (19/9) Ernest kembali mengumumkan keterangan lebih lanjut soal pendistribusian film yang dibintangi Adinia Wirasti dan Dion Wiyoko itu di bioskop-bioskop Negeri Tirai Bambu.

"Menurut produser gue Pak Chand Parwez Servia dari @Starvisionplus, Cek Toko Sebelah adalah film Indonesia pertama yang akan didistribusikan di bioskop-bioskop Cina. Semoga jadi awal yang baik bagi film-film Indonesia lainnya," tulisnya.

Chand Parwez mengatakan bahwa pendistribusian ini merupakan langkah lanjutan setelah Cek Toko Sebelah sempat tayang secara khusus di Cina, tahun lalu.

"Sebelumnya, pernah ada kegiatan pemutaran yang dilakukan di Shanghai tahun lalu hasil kerjasama dengan Kemendikbud. Itu dibuat subtitle-nya dalam bahasa Mandarin dan ternyata menarik distributor untuk diedarkan," katanya.

"Mereka membeli ini karena menilainya sebagai sesuatu yang positif dan ini juga membuka pasar baru," tambah produser dari Starvision Plus itu.

Pada 12-15 September 2017, Red and White China, lembaga yang menjembatani pertukaran budaya Cina-Indonesia menginisiasi pemutaran empat judul film karya anak bangsa diputar di Nanning Minzu Cinema, Provinsi Guangxi, termasuk Cek Toko Sebelah, #66, The Raid 2: Berandal, dan Selawaku.

Meski demikian, Chand Parwez belum dapat mengungkapkan jadwal penayangan Cek Toko Sebelah di Cina setelah melakukan kerja sama dengan distributor.

"Yang saya dengar mereka sudah premiere, tapi untuk edarnya mereka yang tahu," katanya.

Cek Toko Sebelah sendiri merupakan film yang mengangkat kisah tentang realitas etnis Tionghoa saat anak beranjak dewasa, menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi yang pada akhirnya diminta untuk bekerja di toko orang tuanya sendiri. Film ini ditulis oleh Ernest bersama Jenny Jusuf dengan pengembangan cerita dari Meira Anastasia.

(nan)

Share This