Star Radio - Alat Musik Paling Unik di Dunia
Music
Alat Musik Paling Unik di Dunia
October 25th | 2018

Stars, kamu pasti setuju kan kalau saat ini musik tuh udah jadi kebutuhan? Apalagi saat kita menunggu, belajar atau bekerja, musik bisa jadi teman yang asik. Tapi, kamu tau gak sih dari banyaknya instrumen musik di dunia, ternyata ada beberapa alat musik yang cukup unik dan jarang dilihat lho..


1. Cheese Drum Set


Layaknya drum biasa, drum yang satu ini terbuat dari keju yang juga dapat mengeluarkan suara yang tergantung pada bagaimana mereka memukul dan dimana ia akan menentukan suara yang dihasilkan. Setiap jenis keju yang ada dapat menghasilkan berbagai jenis suara yan berbeda karena kepadatan yang berbeda dari setiap keju.


2. Organ Laut


Organ laut merupakan objek arsitektur yang berada di Zadar, Kroasia. Alat musik yang satu ini akan memainkan musik dengan mengikuti gelombang laut dan tabung yang terletak di bawah satu set marmer besar. Gelombang laut itu pun akan membuat suara agak acak namun tetap harmonis.


3. Road Music


Road Music dibuat oleh anggota peneliti industri di Hokkaido, Jepang. Road Music merupakan arsiran yang diukir di sepanjang jalan yang akan berbunyi jika kita melintas di atasnya. Instrumen ini merupakan ide dari Shinoda, seorang yang terinspirasi dari kerusakan jalan di daerah rumahnya. Dengan berbagai persiapan dan bantuan dari beberapa pihak, akhirnya terciptalah karya mengagumkan ini.


4. Cucumber Phone


Seperti namanya, alat musik ini terbuat dari sayuran yang kemudian dibuat menjadi alat musik seperti terompet. Alat ini digunakan dalam sebuah pertunjukan orkestra unik yang menggunakan sayuran dalam setiap instrumennya. Alat ini ada yang terbuat dari wortel, mentimun dan juga cabai.


5.Sharpsichord


Alat musik yang satu ini merupakan musik bertenaga surya yang diciptakan oleh Henry Dagg. Alat musik ini berbentuk silinder yang berisi 11.520 lubang dan berupa pin untuk menciptakan musik.


Wah unik-unik ya Stars, kira-kira kamu mau main alat musik yang nih?


Mangala Pratama , 2018

Share This