Star Radio - Abracadabra: Dunia Sulap Penuh Keajaiban dan Nalar Yang Ditingkatkan
Movie & Cinema
Abracadabra: Dunia Sulap Penuh Keajaiban dan Nalar Yang Ditingkatkan
January 13th | 2020

Tangerang, Staradio1073fm.com  - Di lansir dari Liputan6.com, stars lo tau ga? , Abracadabra yang dibuat berdasarkan imajinasi liar kreatornya mengajak penonton berjalan-jalan ke negeri asing. Dialog-dialognya berbahasa indonesia. Aksen beberapa tokoh di dunia Abracadabra kentara dari tanah jawa. Namun menilik gaya berbusana,keseharian,dan ritual yang di jalani sejumlah tokoh jelas tak biasa.

Ada banyak yang bisa dikulik dari Abracadabra . Karya Faozan Rizal ini berbicara cinta,kejenuhan,keluarga,hingga kekuasaan dalam konteks lebih sempit. Menempatkan Reza Rahardian sebagai pemeran utama, Abracadabra menyajikan ide dan gambar segar.

Kamu bisa menikmati film yang diproduseri Ifa Isfansyah ini dengan catatan, atas nama sulap yang identik dengan keajaiban, nalar nyaris tidak berlaku di dunia Abracadabra.

Faozan Rizal bukan sineas kemarin sore. Ia menyutradai Habibie & Ainun (2012) yang meraih 4,5 juta penonton lebih plus 3 penghargaan piala citra FFI 2013. Film Box office  ini menandai kerja sama kali pertama Faozan Rizal (sebagai sutradara) dengan Reza Rahardian. Sewindu berlalu, keduanya kembali dalam Abracadabra dengan konsep serta tema yang jauh berbeda. Abracadabra  membawa kita ke dunia lain.

Sepintas Indonesia namun elemen-elemen penunjangnya tak selayaknya indonesia. Kantor polisi di film ini di cat serba-Pink. Bandara menyerupai kawasan kota tua. Monbil-mobil jadul mengembalikan ingatan kita pada era 1970 atau 1980-an. Tukang pos beropersi tidak dengan mobil atau sepeda motor melainkan sepeda kayuh.

Ini tak 100 persen kehidupan era klasik. Mengingat, polisi di dunia Abracadabra  menggunakan ponsel  berteknologi layar sentuh. Ada pula perempuan-perempuan dengan kostum eksentrik. Ashima (Dewi Irawan), istri Barnas, seperti perempuan Tionghoa. Savitri (Jajang C. Noer) mengingatkan kita pada penampakan hantu di film The Woman In Black.

Abracadabra dengan palet warna yang khas menyajikan parade gambar serba indah. Sepintas mengingatkan kami pada film The Grand Budapest Hotel karya Wes Anderson yang memborong 4 penghargaan piala Oscar. Bedanya, plot cerita the Grand Budapest Hotel bertumpu pada drama keluarga dengan plot masuk akal. Di Abracadabra, nalar tidak terlalu penting.

Abracadabra adalah permainan gambar, padu padan warna, eksplorasi gaya busana, tata rias wajah serta rambut yang memukau. Hagai Pakai sebagai penata busana benar-benar rock and roll. Tak ada tokoh yang tidak tampil Stylish di film ini. Begitu pula tangan dingin Eba Sheba yang membuat penampilan sejumlah tokoh bikin pangling. Khususnya Poppy Sofia dan Salvita Decorte.

Penata artistik Vida Sylvia juga patut diapresiasi lantaran menampilkan gedung pertunjukan berkelas hingga rumah di pantai rahasia yang unik. Peforma Reza Rahardian tak perlu disangsikan. Ia mengecat rambut menjadi pirang, menandai masuknya sang aktor ke dalam tokoh dari dunia berbeda.

Abracadabra bukan jenis kue yang diproduksi massal. Tak semua orang bisa menikmati. Tak semua orang mau mencicipi. Mereka yang menonton seperti membuka jendela kamar yang menghadap panorama tak biasa.

Yang sudah terbiasa di zona nyaman dan rutinitas bisa jadi panik menyaksikannya. Namun yang gemar sebuah tantangan baru, sangat mungkin tertarik bahkan terkesan dengan keajaiban yang disajikan. Kamu tipe yang mana stars?

--

Farras Raihano Yuzadarman

 

Share This